KhutbahJumat Idul Adha 2022 ini mengungkapkan kesabaran dan ketakwaan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta ketabahan Siti Hajar. Materi Khutbah Jumat: Idul Adha 2022, Mengambil Hikmah dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim AS . Sony Tri Sanjaya Isi Khutbah Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, M Nuh: Ibadah Haji yang Penuh
ByRadio Rodja | Selasa, 12 Juli 2022 pukul 10:09 am. Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Juli 2022 pukul 4:49 pm. Tautan: Khutbah Idul Adha: Hikmah Disyariatkannya Kurban disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. yang disiarkan dari Halaman Parkir Masjid Muadz Bin Jabal, Kavling Bulog Bojongkulur Ahad, 10 Dzulhijjah
KhutbahJumat Tentang Ikhlas. Khutbah jumat Setiap amal perbuatan manusia butuh ikhlas sebagai pra-syarat diterimanya amal kebaikan tersebut di hadapan Allah swt. ikhlas Khotbah Jumat - Tiga Ibadah Penting Dalam Bulan Ramadhan. Khotbah Jumat - Tiga Ibadah Penting Dalam Bulan Ramadhan إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ
KHUTBAHJUM'AT (28) Kisah Sahabat dan Seekor Onta dalam Hijrah Rasulullah Bagi kaum muslim Hijrah Rasulullah saw adalah momentum terpenting yang sarat akan makna dan penuh dengan hikmah.Hijrahnya Rasulullah saw sering dijadikan titik balik ataupun titik mula semangat perubahan menuju yang lebih baik. Apalagi jika peringatan Hijrah
IdulAdha 2022. Teks Naskah Khutbah Idul Adha 2022 tentang meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS dalam berkurban. Alhamdulillah pagi ini kita baru saja melaksanakan salat Idul Adha yang dilanjutkan dengan mendengarkan khotbah, di mana ibadah ini menjadi salah satu bentuk takwa dan ketaatan kita kepada Allah SWT.
khutbah #khutbahjumat #khutbahjumatsingkat #khutbahjumatabdulsomadLanjutan kisah kalimat ke 3 sahabat mengucapkan KENAPA TIDAK SEMUANYA. maksudnya Rasululla
Hikmah Mualaf; Rumah Zakat; Sang Pencerah; Ihram; Alquran Digital; ISLAM DIGEST Nabi Muhammad; Naskah Khutbah Jumat: Mendalami Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. Jumat 05 Aug 2022 05:15 WIB. Red: Ani Nursalikah "Pernahkah engkau melewati suatu jalan dan engkau melihat jalan itu penuh dengan duri? Bagaimana tindakanmu untuk melewatinya
Hariini kita berada pada Jum'at pertama bulan Muharram 1444 hijriah. Jum'at pertama di tahun 1444 hijriyah. Jum'at pertama di tahun 1444 hijriyah. Maka, sungguh segala puji hanya milik Allah, yang telah menganugerahkan umur panjang kepada kita sehingga bisa memasuki tahun baru hijriah.
CeramahAgama Islam Tentang Kisah-Kisah Penuh Hikmah Hikmah adalah karunia Allah yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada siapa yang Allah kehendaki. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا
DalamKhutbah Jumat di Masjid Suciati Saliman kali ini, kami akan menceritakan dua kisah. Dua kisah ini akan mengajarkan pada kita bagaimanakah kita diajarkan loyal dan cinta kepada sesama muslim dan bagaimanakah bersikap kepada non-muslim. Kisah pertama
Sai, ini menggambarkan bagaimana susahnya Hajar mencari air untuk putra tercintanya Ismail, dia mulai usaha jerih payahnya dengan berlari-lari dari bukit Shafa ke bukit Marwa hingga akhirnya menemukan sumur Zam-zam. Hikmahnya adalah, berusaha dengan semaksimal mungkin tanpa putus asa namun juga disertai dengan ikhtiar dan do'a.
4Hikmah dalam Kisah Bilal bin Rabah radhiyallahi 'anhu 1. Tegar menghadapi Ujian di Jalan Allah subhanahu wata'ala 2. Selalu taat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 3. Selalu sabar dan istiqamah dalam melazimi amal saleh 4. Tetap tegar dalam iman dan amal saleh meski kehilangan orang yang dicintai-Nya Materi Khutbah Jumat
BacaJuga Khutbah Jumat; Kewajiban Amar Ma'ruf Nahyi Munkar. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu.
BacaJuga:Khutbah Jumat Singkat: Mari Ikuti Rasulullah. أَهْمَلُوْا الفَرَائِضَ وَاشْتَغَلُوا بِالنَّوَافِل، وَرُبَّمَا تَعَمَّقُوا فِيها حَتّى يَخْرُجُوْا إِلى السَّرَف والعدوان. "Mereka (ahli ibadah yang tertipu) mengabaikan hal-hal
AnNisaa`: 9) Jamaah Jumat rahimakumulluh, Sebagai generasi penerus bangsa, santri harus multitalenta. Hiasi dan bekali dirinya dengan kekuatan maksimal yang dipersiapkan sebagai instrumen membangun kemakmuran bangsa dan negara. Setidaknya ada 5 kekuatan yang harus dimiliki santri: Pertama, kuat aqidah. Seorang mukmin yang kuat aqidah dan
skHxsQ.
Jakarta - Umat muslim memasuki minggu pertama bulan Syawal setelah Hari Raya Idulfitri 1443 H. Menyambut bulan istimewa ini, hendaknya kita mengenali keutamaan dan hikmah peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Syawal. Salah satunya yakni melalui khutbah Jumat Syawal pertama setelah Syawal adalah bulan penuh keberkahan. Umat muslim dapat mengerjakan amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW, mulai dari puasa 6 hari di bulan Syawal, memperbanyak sedekah, dan amalan Syawal juga menyimpan sejarah penting yang berpengaruh bagi kehidupan Rasulullah SAW dan peradaban Islam. Salah satunya yaitu Perang Uhud yang meletus pada 15 Syawal. Dalam Al Qur'an disebutkan, Perang Uhud merupakan salah satu ujian ketaatan kepada sunah dan ajaran Nabi Muhammad selengkapnya tentang hikmah Perang Uhud di bulan Syawal bagi umat muslim, seperti dikutip dari Bunga Rampai Bincang Syariah oleh Mohammad Hafid, Lc., Jumat Syawal Minggu PertamaBulan Syawal kita kenal sebagai bulan yang menggembirakan. Sebab, di dalamnya terdapat momen dan suasana Lebaran. Tentunya yang namanya Lebaran kita identik dengan hari kesenangan. Terbukti, hari ini menjadi hari makan makan, hari silaturrahim, hari penampilan baju dan busana baru, serta menjadi hari jalan-jalan bersama orang dan suasana seperti ini bagi kita sebagai umat muslim Indonesia tidaklah cukup satu hari dua hari yaitu pada hari 1 Syawal saja. Melainkan, terus berlanjut hingga hari kedelapan bulan momen ini berlangsung lebih dari satu minggu dan berakhir dengan Lebaran yang dikenal dengan Lebaran ketupat. Itulah sepintas gambaran pemaknaan hari Lebaran bagi kita sebagai masyarakat sebagai umat Nabi Muhammad saw tentunya tidak boleh larut sedalam-dalamnya dalam momen Lebaran yang berlangsung berhari-hari di bulan Syawal ini, hingga kita melupakan perjuangan Nabi Muhammad saw beserta para sahabatnya, khususnya di bulan Nabi Muhammad saw beserta sahabat dan pengikutnya, bulan ini, di samping menjadi bulan yang seharusnya riang gembira, ternyata menjadi bulan yang menyedihkan. Karena di bulan inilah kaum muslimin harus menerima kekalahan dalam perang Uhud. Jatuh banyak korban akibat satu kesalahan yang dilakukan oleh pasukan kaum muslimin yang tertipu dengan satunya adalah paman Nabi sendiri, yaitu Sayyidina Hamzah yang syahid wafat karena kaum kafir Quraisy. Saya ingin mengajak saudara yang budiman untuk membaca kembali sejarah peperangan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya, khususnya perang Uhud ini, yang menelan banyak tiada lain kecuali mengorek dan mengambil hikmah serta pelajaran, untuk kemudian bisa dijadikan bekal dalam menata kehidupan Uhud terjadi pada pertengahan bulan Syawal tahun ke-3 Hijriah di kaki gunung Uhud, di utara Madinah. Perang Uhud terjadi akibat kekalahan kaum kafir Quraisy pada satu tahun kafir Quraisy ingin menebus kekalahan yang terjadi pada saat itu. Mereka menyusun kekuatan sebaik mungkin dengan menyiapkan segala hal untuk bertekad mengalahkan kaum muslimin pada perang Uhud terjadi antara kaum muslimin yang berjumlah 700 orang, yang dipimpin langsung oleh baginda Nabi Muhammad SAW, dan pasukan kaum kafir, dengan jumlah orang dengan pimpinan Abu Sufyan dan Khalid bin yang digunakan oleh Nabi Muhammad adalah dengan menempatkan pasukan panah di punggung bukit untuk melindungi kaum muslimin jika diserang dan membentengi dari serangan balik pasukan berkuda musuh. Beliau berpesan agar para pemanah tersebut tidak meninggalkan tempat dengan alasan Islam di bawah komando Rasulullah SAW bertempur dengan hebat sehingga memperoleh kemenangan. Pegulat yang paling menonjol di antara mereka ialah Abu Dujanah, Thalhah, Hamzah, Ali, Nadr bin Anaas, Sa'id bin Rabi, dan ini bisa berakhir dengan kemenangan mutlak bagi kaum muslimin kalau saja pasukan panah yang bertugas melindungi Rasullullah SAW dan pasukan di medan tempur tidak turun memperebutkan harta yang ditinggalkan musuh. Komandan mereka, yaitu Abdullah bin Jubair mengingatkan mereka akan instruksi Rasulullah SAW yang harus dipatuhi, yaitu jangan sekali-kali meninggalkan posisi tetapi, peringatan itu tidak mereka dengarkan. Mereka bahkan meninggalkan celah yang seharusnya mereka jaga. Inilah kesalahan fatal mereka karena pasukan Quraisy tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka berputar untuk menerobos dari belakang, melalui celah yang ditinggalkan serangan itu, pasukan Islam menjadi kocar-kacir, banyak diantara mereka yang terbunuh dan melarikan diri. Banyak juga yang menderita luka parah, termasuk Rasulullah SAW. Beliau mendapat luka cukup serius akibat kepungan pasukan kafir yang berhasil menerobos sampai ke depan beliau dan menyerang beliau sampai gigi gerahamnya kafir Quraisy membunuh Mush'ab bin Umair, pemegang bendera perang, di depan Rasulullah SAW, maka bendera itu perang beliau serahkan kepada Ali bin Abi itu berlangsung sampai terbenamnya matahari sehingga pasukan musyrikin merasa letih. Akhirnya, mereka mengundurkan diri untuk kembali ke Makkah tanpa berhasil merealisasi target mereka karena ketabahan dan keberanian Rasulullah SAW dalam mempertahankan Pelajaran PentingKita sebagai generasi penerus Rasulullah SAW yang berada di suatu zaman yang jauh dari peperangan,tentunya dalam membaca ulang ini tidaklah ingin mengembalikan sejarah silam. Bukan itu tujuannya. Tapi ingin mengorek semangat, pesan, serta pelajaran guna dijadikan sebagai pedoman dalam bagi kita yang sesungguhnya adalah bagaimana kita bisa membentengi diri dengan segala senjata dari serangan hawa nafsu yang menjerumuskan hingga kita jauh dari kesuksesan. Setidaknya ada dua pelajaran berharga dari kekalahan kaum muslimin saat Perang sebagai umat Nabi Muhammad saw harus menjadikannya sebagai pedoman dalam menata kehidupan selanjutnya. Mulai dari hal-hal yang paling kecil sekalipun hingga ke yang paling kemaksiatan dapat mencegah kesuksesan dan kemenangan. Lihatlah betapa kemaksiatan telah merenggut kemenangan yang seharusnya didapat oleh kaum muslimin. Hanya satu kemaksiatan yang dilakukan oleh para pemanah bisa menggagalkan melanggar perintah Nabi untuk tetap siaga di tempat dengan turun gunung memperebutkan harta yang ditinggalkan oleh kaum kuffar setelah mereka mampu mengusirnya. Namun pada akhirnya, kaum kuffar menyerang balik dengan menempati posisi yang ditempati kaum muslimin sebelumnya. Akhirnya kekalahan menjemput mereka sementara kemenangan menjauh mendekati kaum berfirman dalam surah Ali Imran ayat 152وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّٰهُ وَعْدَهٗٓ اِذْ تَحُسُّوْنَهُمْ بِاِذْنِهٖ ۚ حَتّٰىٓ اِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَآ اَرٰىكُمْ مَّا تُحِبُّوْنَ ۗ مِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الْاٰخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۚ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ - ١٥٢152 Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada pula orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia yang diberikan kepada orang-orang kemaksiatan telah menjadi pangkal segala kerusakan dan kegaduhan. Kesenangan akan sulit didapat. Keadilan serta kemakmuran tidak akan meninggalkan jejak. Puncaknya kesuksesan dan kemenangan akan menjadi harapan belaka. Tidak akan bisa dijemput apalagi usahakan kita dengan segala filter dan benteng untuk tidak terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan. Agar kita bisa menjemput kemenangan dan kesuksesan. Kita harus teguhkan kembali pada diri kita bahwa kemenangan kaum muslimin dijauhkan oleh Allah hanya karena satu samping, Nabi Adam AS pun dikeluarkan dari surga akibat satu kemaksiatan yang dilakukan. Janganlah kita menganggap remeh satu kemaksiatan walaupun tergolong kecil untuk selalu dilakukan terus menerus. Karena akibatnya akan fatal. Hati akan dan karamah akan sirna. Apalagi keberkahan. Akan semakin bahayanya mencintai dunia. Kemaksiatan yang terjadi dalam Perang Uhud dengan tidak mengindahkan perintah Rasulullah SAW untuk tetap siaga dalam posisi semula diakibatkan oleh kecintaan terhadap dunia. Mereka terpana dan tertarik mengejar dunia dengan meninggalkan akhiratnya. Akhirnya, bukanlah dunia yang didapat akan tetapi kekalahan yang harus dihadapi hingga mengakibatkan jatuhnya banyak perang ini kita belajar bahwa kecintaan terhadap dunia dapat merusak hati kita yang menjadi mesin penggerak segala kebaikan. Kita akan sulit berbuat baik, apalagi melakukan perintah-perintah Allah SWT. Kita akan lupa diri, apalagi tuhan kita. Akhirnya, kemenangan dan kesuksesan sangat sulit kita dan Rasul-Nya Saw menjelaskan dalam surah Al Ankabut ayat 64,وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَArtinya "Dan tidaklah kehidupan dunia ini kecuali hanya sebatas senda gurau dan permainan, dan sesungguhnya akhirat adalah kehidupan sejati. jikalau mereka mengetahui,"Marilah kita teguhkan diri kita untuk tetap tidak terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan sekecil apapun bentuknya hingga dilakukan terus menerus. Bersamaan dengan itu juga kita juga tidak boleh terpukau apalagi terseret untuk cinta dijelaskan, jurang kemaksiatan dan cinta dunia, keduanyalah yang begitu nampak dalam kehidupan ini akan konseksuensi dan akibatnya. Keduanyalah yang menjadi awal dari segala bentuk kerusakan. Keduanyalah yang mencegah kebaikan nampak di keduanyalah yang dapat mengakibatkan kesuksesan serta kemenangan tinggal harapan belaka. Tanpa mewujud nyata dalam a' contoh khutbah Jumat Syawal pertama setelah Lebaran yang bisa kita ambil hikmah di dalamnya. Semoga bermanfaat. Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] twu/rah
By Selasa, 24 Mei 2022 pukul 217 pmTerakhir diperbaharui Jumat, 27 Mei 2022 pukul 932 amTautan Kisah-Kisah Penuh Hikmah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 22 Syawal 1443 H / 23 Mei 2022 M. Kajian sebelumnya Faedah-Faedah Kisah Luqman Al-Hakim Ceramah Agama Islam Tentang Kisah-Kisah Penuh Hikmah Hikmah adalah karunia Allah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada siapa yang Allah kehendaki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا “Dan barangsiapa yang diberikan hikmah, maka sesungguhnya dia telah diberikan kebaikan yang besar.” QS. Al-Baqarah[2] 269 Luqman Al-Hakim adalah seorang manusia yang dipandang biasa saja oleh manusia yang lain, bahkan hanya dianggap sebagai pengembala kambing. Tapi beliau Allah angkat derajatnya karena Allah berikan Al-Hikmah. Ada seorang laki-laki yang melewati Luqman kemudian manusia berkumpul disisi Luqman untuk mengambil hikmahnya. Laki-laki tersebut bertanya kepada Luqman “Bukankah engkau budaknya Bani Fulan?” Kemudian Luqman berkata “Iya.” Laki-laki tersebut bertanya “Bukankah engkau yang menggembala di gunung ini?” Kemudian Luqman berkata “Iya.” Orang itu bertanya lagi “Apa yang membuat engkau menduduki derajat seperti ini?” Kemudian beliau menjawab “Dengan bertakwa kepada Allah, jujur dalam berbicara, menunaikan amanah dan tidak berbicara tentang hal yang tidak bermanfaat bagi diriku.” Dengan ini Luqman disebut dengan Al-Hakim. Dengan ini beliau dianugerahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Al-Hikmah. Dan Al-Qur’an serta hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam semuanya mengandung hikmah. Oleh karena itu kalau kita ingin mendapatkan hikmah, maka hendaknya kita kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah. Kisah Abdullah bin Ubay bin Salul Contoh hikmah yang lain adalah ketika Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang sahabat membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul kepalanya kaum munafik. Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata bahwa ketika terjadi perselisihan antara seorang dari kalangan Muhajirin dan seorang dari kalangan Anshar, kemudian setiap satu dari orang tersebut memanggil jamaahnya. Ibnu Salul berkata “Apakah dia telah memanggil kami? Apabila kami pulang ke Madinah niscaya orang yang paling mulia akan mengusir orang yang hina.” Maksudnya yang mulia adalah dia dan yang hina adalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini adalah perkataan yang mungkar. Umar Radhiyallahu Anhu berkata “Tidakkah kita bunuh Ibnu Salul ini?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata لا يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أنَّه كانَ يَقْتُلُ أصْحَابَهُ “Tidak, supaya manusia tidak berbicara bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam membunuh sahabatnya.” Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak membolehkan Umar bin Khattab membunuh Ibnu Salul karena khawatir manusia berbicara tidak benar tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jika ini terjadi tentu mudharatnya lebih besar lagi. Inilah hikmah yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Seandainya manusia berbicara bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam membunuh sahabatnya, maka ini akan menghalangi manusia masuk Islam. Padahal perkataan Ibnu Salul adalah perkataan yang sangat mungkar. Tapi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan diri. Perjanjian Hudaibiyah Contoh hikmah yang lain adalah ketika perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada tahun 6 H. Dimana Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin melaksanakan umrah. Disaat itu kaum muslimin sedikit. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam beserta para sahabat berangkat menggunakan kain ihram dari Dzul Hulaifah ke Mekah. Sampai di Hudaibiyah mereka dihadang. Suhail bin Amr utusan Quraisy ingin agar Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mengalah untuk sebagian hal. Dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam merasa heran. Dan sahabat bisa saja melakukan sesuatu apabila Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkannya. Ketika Suhail bin Amr datang, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam optimis. Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata لقَدْ سَهُلَ لَكُمْ مِن أمْرِكُمْ “Perkara kalian akan mudah.” Isi perjanjian Hudaibiyah jika dilihat secara kasat mata terlihat merugikan kaum muslimin. Lalu bagaimana hikmah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika mengalah dalam perjanjian ini? Mari Download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini. Download MP3 Kajian Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui Telegram Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui Facebook
Khutbah I اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ اَلْحَمْدُ ِللهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh, Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita tingkatkan kualitas takwa kita, di antaranya dengan berusaha melaksanakan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Kita saat ini berada di bulan suci Ramadhan, yaitu bulan yang diberkahi. Terutama karena di bulan Ramadhan ini ada peristiwa agung, yaitu Nuzul al-Qur’an turunnya kitab suci al-Qur’an. Al-Qur’an ini berfungsi sebagai nûr cahaya, hudan petunjuk, dan rahmat bagi manusia. Telah maklum bahwa Ramadhan adalah bulan keberkahan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ، يَقُوْلُ " قَدْ جَاۤءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ النَّارِ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَها فَقَدْ حُرِمَ " وَهٰذَا لَفْظُ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ، عَنْ بِشْرِ بْنِ هِلَالٍ ـ Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau. Beliau bersabda telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan yang diberkahi, Allah telah memfardhukan mewajibkan atas kalian berpuasa di bulan itu, di bulan itu dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan di bulan itu pula ada Lailatul Qadar Malam Qadar yang lebih baik dari seribu bulan”, Siapa saja yang terhalang dari kebaikan malam itu maka ia terhalang dari rahmah Tuhan HR. al-Nasa’i. Oleh karena itu, sesungguhnya kita diajarkan oleh Nabi Muhammad agar menyambut bulan Ramadhan ini dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya sejak jauh-jauh hari, dari bulan Rajab. Sejak bulan Rajab kita diajarkan untuk memohon keberkahan hidup di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, kita diajarkan agar berdoa اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْ رَمَضَانَ ”Wahai Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan berkahilah pula kami di bulan Ramadhan.” Mengapa kita diajarkan untuk memohon keberkahan? Apakah keberkahan penting bagi kita? Ini karena keberkahan hidup menjadi dambaan setiap orang yang berakal sehat. Berkah berarti bertambah. Dalam makna luas berkah berarti bertambah kebaikan ziyâdat al-khair fî al-syai’, termasuk kesejahteraan baik dari segi material maupun immaterial. Berkah dalam arti materi, seperti harta benda yang kita miliki makin bertambah, dan usaha semakin maju. Berkah dalam arti immateri, seperti ketenteraman hati kita makin terasa, dan pengetahuan dan wawasan yang semakin bertambah luas, yang mengarahkan kepada sikap dan perbuatan yang penuh hikmah kebijaksanaan, sikap dan perbuatan yang moderat, tidak ekstrem, sikap dan perbuatan yang mencerminkan rahmatan lil alamin. Ma’asyiral Muslimin yang semoga dimuliakan Allah, Di antara hikmah bulan Ramadhan adalah ada pengabulan doa bagi orang yang berdoa; ada penerimaan tobat orang yang bertobat, dan ada pengampunan bagi orang yang mohon ampunan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Qudsi yang panjang, yang diriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallau anhuma, di dalam bagian hadits ini disebutkan يَقُوْلُ اللهُ - عَزَّ وَجَلَّ - فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ هَلْ مِنْ سَاۤئِلٍ فَأُعْطِيَهُ سُؤَلْهُ ؟ هَلْ مِنْ تَاۤئِبٍ فَأَتُوْبَ عَلَيْهِ ؟ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ؟ “Dalam setiap malam bulan Ramadhan Allah azza wa jalla berseru sebanyak tiga kali Adakah orang yang meminta maka aku penuhi permintaannya? Adakah orang yang bertobat maka aku terima tobatnya? Dan adakah orang yang memohon ampunan maka aku ampuni dia?” HR. Al-Thabrâni dan al-Baihaqî. Jamaah shalat Jumat yang semoga dimuliakan Allah, Pada bulan Ramadhan kita diwajibkan berpuasa, yang tujuan utamanya adalah untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa. Sejarah kewajiban puasa Ramadhan ini ditetapkan pada bulan Sya’ban Tahun Kedua Hijriyah, yang mengandung banyak hikmahnya. Di antara hikmah berpuasa Ramadhan adalah mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita selama ini. Karena makna ibadah secara mutlak, termasuk ibadah puasa, adalah ungkapan syukur dari seorang hamba kepada Tuhannya atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, bahwa kita tidak akan dapat menghitung nikmat Tuhan QS. Ibrâhim [14] 34. Dalam puasa Ramadhan setidaknya ada 3 faedah manfaat, yaitu fâ’idah rûhiyyah manfaat psikologis/spiritual/kejiwaan, fâ’idah ijtimâ’iyyah manfaat sosial-kemasyarakatan dan fâ’idah shihhiyyah manfaat kesehatan. Di antara faedah kejiwaan dari berpuasa Ramadhan adalah pembiasaan diri kita agar berlaku sabar, ajaran agar kita mengekang hawa nafsu, dan ekspresi atau ungkapan mengenai karakteristik takwa yang tertanam dalam hati. Takwa itulah yang menjadi tujuan khusus dalam berpuasa Ramadhan. Di antara faedah sosial-kemasyakatan dalam puasa Ramadhan ini adalah pembiasaan kita, umat Islam, untuk tertib, disiplin dan bersatu padu, cinta keadilan dan kesetaraan di antara umat Islam antara yang kaya dan yang miskin, antara yang pejabat dan rakyat, antara pengusaha dan karyawan, dan seterusnya. Tidak ada perbedaan di antara mereka, semuanya wajib berpuasa ketika telah memenuhi persyaratannya. Juga di antara faedah sosial dari puasa adalah pembentukan rasa kasih sayang dan berbuat baik di antara kaum Muslim, sebagaimana puasa Ramadhan ini melindungi masyarakat dari keburukan-keburukan dan kemafsadatan. Adapun di antara manfaat kesehatan dari berpuasa Ramadhan adalah berpuasa itu membersihkan usus-usus dan pencernaan, memperbaiki perut yang terus-menerus beraktifitas, membersihkan badan dari lendir-lendir/lemak-lemak, kolesterol yang menjadi sumber penyakit, dan puasa dapat menjadi sarana diet atau pelangsing badan. Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Oleh karena itu, marilah Bulan Ramadhan ini, kita jadikan bulan kesederhanaan, bulan peribadatan, bulan memperbanyak berbuat kebajikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan bantuan, bulan perlindungan badan kita, ucapan kita dan hati kita dari hal-hal yang dilarang agama, seperti perkataan keji qaul az-zûr, ghibah, menebar hoaks, fitnah, hate speech ujaran kebencian, dan adu domba, baik secara langsung maupun melalui media-media digital, media elektronik, televisi, radio, internet, dan media sosial medsos. Intinya marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini bulan penyucian badan dan rohani kita dari segala keburukan, agar kita mendapatkan hikmah yang berharga dan keberkahan hidup. Saudara-saudara jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Sebagai penutup khutbah pertama ini marilah kita renungkan firman Allah Ta’ala dalam QS. al-A’raf 7 ayat 96 أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٓ ءٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Semoga kita mendapatkan hikmah yang berharga dan keberkahan di bulan Ramadhan ini. Amîn yâ rabbal âlamîn. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Ustadz Ahmad Ali MD, Pengurus Lembaga Dakwah PBNU
khutbah jumat kisah penuh hikmah